Lomba Baca Puisi Bait-bait 7 Februari karya Andi Jamaluddin AR. AK.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanah Bumbu melaksanakan Lomba Baca Puisi Bait-bait 7 Februari karya Andi Jamaluddin AR. AK. pada Senin, 12 Februari 2024. Acara yang dibuka untuk kalangan umum ini diikuti oleh 50 orang peserta, dan melibatkan tiga orang dewan juri, yakni Fajariani (Dinas Pendidikan), Hanida Nur Riski (Sanggar Seni Amerta Batuah), dan Aulia Oktaviani (Pengajar/guru).
Ibu Yulia Rahmadani selaku Kepala Dispersip Tanah Bumbu dalam sambutannya saat membuka menyampaikan rasa bangga dan ungkapan syukur atas terselenggaranya acara ini. Beliau menekankan bahwa puisi bukan hanya tentang rima dan irama, tetapi juga merupakan refleksi dari rasa kemanusiaan yang dapat dimaknai bersama-sama. Beliau menyampaikan juga apresiasi atas keberanian para peserta untuk berbagi suara puisi mereka dalam acara ini. “Kata-kata anda memiliki kekuatan untuk menginspirasi, memprovokasi pikiran, dan menyentuh kedalaman jiwa kita,” tukas beliau. Sebagai penutup, Kepala Dispersip menyampaikan pengharapan bahwa Lomba Baca Puisi ini dapat menjadi bukti dari kekuatan puisi sebagai sarana menghubungkan, menyembuhkan, dan menerangi pengalaman manusia.
Andi Jamaluddin, AR. AK. adalah seorang pegiat sastra kelahiran Pagatan, 14 Februari 1964. Beliau mulai aktif menulis sejak awal 80-an, terutama puisi dan cerpen. Berkali-kali menjadi pemenang sayembara penulisan naskah buku yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Nasional, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Mengikuti berbagai kegiatan bersastra dari tingkat kabupaten sampai nasional. Salah satu puisinya pernah terpilih menjadi materi wajib Lomba Dramatisasi Puisi di Padang, Sumatera Barat. Menerima hadiah seni dari Gubernur Kalsel Tahun 2012, Hadiah Seni Astaprana dari Kesultanan Banjar Tahun 2016, Anugerah Seni dari Bupati Tanah Bumbu Tahun 2018, FAM Award 2019, Anugerah Sastra Apajake Tahun 2020, dan dimuat dalam Majalah Redaksi Apajake Padang. Kumpulan puisi tunggalnya meliputi: Kehidupan (1989), Domino (1987), Matahariku (2001), Pidato Seekor Kakap Tahun (2002), Zikzai (2002), Tarian Burung-Burung Laut (2015), Masih Ada Kapal-Kapal (2016), Akulah Gelombang Laut (2017), Lelaplah Wahai Kesuma (2018), Dermaga Cinta (2020), Sekopi Gelombang Laut (2020), Ada Laut di Matamu (2020), Menanti Kemerdekaan Sungai (2021), dan Setampi Antah Puisi-puisi (2022).
